mau pinter ya datang ke edanelink

Sejarah Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dari ringan sampai berat. Tanaman lidah buaya sudah digunakan oleh bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Lidah buaya yang dijuluki sebagai tongkat Sakti Surga oleh asli Amerika. Oleh penjelajah Agung Cristopher Columbus.

Menurut beberapa sumber lidah buaya pertama kali ditemukan pada tahun 1500 SM. Lebih dari 200 spesies tersebar diseluruh belahan bumi, mulai dari benua afrika yang kering dan tandus hingga daratan asia yang beriklim tropis. Tanaman lidah buaya memang gampaang tumbuh, dengan media tanah berhumbus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, lidah buaya dapat subur.

Tanaman dari suku Liliaceae ini memang sudah dimanfaatkan manusia sejak dulu. Beberapa buktisejarah menyebutkan, bangsa mesir, Yunani, Romawi, Cina, Arab, Afrika Utara dan India Barat telah menggunakan sebagai bahan baku obat aneka penyakit.

Beberapa jenis Tanaman Obat yang Mempunyai Kesamaan Manfaat

dengan lidah Buaya

Tanaman salam ( Eugenia polyanta )

1. Deskripsi

Tanaman salam mempunyai ketinggian mencapai 25 m. batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur, ujung meruncing, tepi rata, panjang 5 – 15 cm, lebar 3 – 8 cm, pertungan menyirip, permukaan atas licin, warna hijau tua, dan permukaan bawah warnanya lebih muda. Daun bila diremas berbau harum. Bunga salam majemuk warnanya putih berbau harum, buahnya bulat berdiameter 8 – 9 mm, dan warnanya hijau.

2. Kandungan Senyawa

Minyak atsiri ( 0,05%) mengandung sitrat dan eugenol, tannin, dan flavonoid.

3. Manfaat

Daun salam dapat digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus, sakit maag, diare, dan gatal – gatal pada kulit.

Tanaman Paria atau Pare ( momordica charantia L )

1. Deskripsi

Tanaman pare berbentuk spiral, banyak bercabang, baunya tidak enak dan rasanya pahit. Batang tanaman pare berusuk lima, panjang 2 – 5 m, yang muda berambut rapat. Daun pare bertangkai panjang, letak berseling, berbentuk bulat panjang, pangkal berbentuk jagung, dan warnanya hijau tua.

2. Kandungan Senyawa

Pare mengandung karantin, hydroxyl tryptamine, momordisin, vitamin A B, dan C

3. Manfaat

Manfaat pare dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti membersihkan darah darah, menambah nafsu makan, penurun panas, batuk, radang tenggorokan, rematik, demam, malaria, dan diabetes mellitus.

Tanaman Sambiloto ( Andrographis )

1. Deskripsi

Sambiloto berbatang tegak tingginya 40 – 90 cm, batang berkayu, pangkal bulat, batang muda bersegi empat dengan modus yang membesar serta banyak bercabang, daun tunggal, letak berhadapan, panjang 2-8 cm, lebar 1 – 3 cm, helaian daun bentuknya langset, tangkai daun sangat pendek, tepi rata, pangkal runcing, dan ujung meruncing. Permukaan atas daun berwarna hijau tua bagian bawah lebih muda. Bunga sambiloto warnanya putih keunguan, berkumpul dalam tandan yang keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Dan buah sambiloto bentuknya memanjang sampai jorong dengan panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal, dan ujungnya runcing.

2. Kandungan Senyawa

Sambiloto mengandung senyawa seperti Andrografolid lactones ( zat pahit ), diterpene, glucosides, dan flavonoid yang dapat menurunkan panas, mineral ( K, Ca, dan Na )

3. Manfaat

Mengatasi diabetes mellitus, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radangamandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hipertensi, kusta keracunan dan kencing nanah.

Tanaman Tapak Dara ( Catharantaus roseus )

1. Deskripsi

Biasanya tanaman tapak dara sering tumbuh liar dan dipelihara sebagai tanaman hias, tanaman tapak dara tingginya sekitar 100 cm. batang tapak dara berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, bercabang dan berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunga tapak dara miripterompet dengan permukaan berbulu halus, ada yang tajuknya berwarna putih dan ada yang berwarna merah keunguan. Biasanya dikenal dengan nama kembang sari cina. Bunganya berbentuk terompet, dan berwarna merah serta putih.

2. Kandungan Senyawa

Pada akar, batang, daun hingga bunga tapak dara mengandung unsure – unsure zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan yaitu zat alkaloida (vinkristin, vinblastin, vinleurosin dan vinrosidin).

3. Manfaat

Manfaat tapak dara untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, radang tenggorokan, kanker, mual, nyeri tulang, dan gangguan pencernaan.

Tanaman Daun dewa ( Gynura Procumbens merr )

1. Deskripsi

Tanaman ini merupakan tumbuhan tegak dengan tinggi mencapai 2 m, batang bersegi, berwarna hijau dengan garis alur memanjang dan tidak bercabang kecuali tanaman yang sudah tua dan tunggal untuk bulat memanjang dengan pangkal runcing, pada waktu mekar berbentuk tabung silinder, mahkota bunga berwarna kuning, buah berwarna coklat, dan bentuk lonjong.

2. Kandungan Senyawa

Tanaman ini mengandung saponin, minyak atsiri, asam kafeat, asam vanilat, asam fanelat, flovonoid dan tannin.

3. Manfaat

Daun dewa dapat menurunkan kadar gula darah, menurunkan panas, menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan bengkak – bengkak, diabetes mellitus, kutil dan digigit ular.

Deskripsi Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera )

Batang

Lidah buaya berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun – daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas – tunas yang selanjutnya menjadi anakan. Lidah buaya yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah – celah atau ketiak daun. Batang lidah buaya juga dapat di stek untuk memperbanyak tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini muncul tunas – tunas baru atau anakan.

Daun

Daun lidah buaya berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau ke abu –abuan, bersifat sukulen ( banyak mengandung air ) dan banyak mengandung getah atau lender (gel ) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena didalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing berbentuk taji, tebal, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas atau berduri kecil dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, lebarnya 2 – 6 cm, dengan berat 0,5 kg dan daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf saf.

Bunga

Bunga lidah buaya berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bias mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam dipegunungan.

Akar

Akar – akar tanaman lidah buaya berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 -200 cm. untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Kandungan Lidah Buaya ( Aloe vera )

Lidah buaya banyak mengandung senyawa kimia diantaranya adalah aloin, barbaloin, aloeemolin, aleonin, aloesin arginin, asasparigi, asam amino, asam aspartiat, glutamine, freonin, lisin, urosin, isoleusin, lignin, coline, inositol, falicaad, lignin barbaloain, saponin antra kuinon, senyawa kuinon, senyawa gula, senyawa mineral, vitamin, enzim, zinc dan hormon

Budi Daya Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera )

Tanaman lidah buaya tumbuh subur di lahan gambut yang mendapat banyak penyinaran matahari. Budi daya tanaman lidah buaya mulai dilakukan secara besar – besaran ketika pengusaha mulai melirik potensi agribisnis. Tanaman lidah buaya pada tahun 2002 mendapat dukungan pemerintah daerah.

Pembiakan lidak buaya dapat dilakukan melalui anakan ( umum dilakukan ), benih maupun stek batang. Sekarang telah tersedia bibit hasil kultur jaringan. Tanah berdrainase baik, subur dengan bahan organic tinggi dan pengairan cukup.

Pada tahun 1997, Johnson meninggalkan Indonesia dan memberikan resep pengolahannya kepada Bambang untuk mengolah minuman segar dari pelepah.

Tanaman lidah buaya mulai berproduksi pada usia 12 bulan, menghasilkan 1 – 2 pelepah perbulan dengan setiap pelepah 0,8 – 1,2 Kg

Manfaat Lidah Buaya ( Aloe vera )

Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang. Mula – mula lidah buaya hanya dikenal sebagai obat luar, dengan berbagai kegunaan. Lidah buaya berkhasiat untuk menyuburkan rambut, pelembab kulit, pencuci rambut, krim cukur, pembersih muka, perawatan kulit, rambut rintok, bahan makanan dan minuman kesehatan.

Beberapa Penyakit yang dapat Diobati dengan Menggunakan.

Lidah Buaya ( Aloe vera )

Penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan lidah buaya diantaranya adalah penyakit wasir, penyakit diabetes mellitus, penyakit luka bakar, penyakit sembelit, penyakit batuk yang membandel, penyakit radang tenggorokan.

Penyakit Wasir.

Wasir merupakan penyakit yang ditandai dengan pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah vena di daerah anus. Bila ada tekanan seperti mengejan ketika sembelit dan wasir menjadi membengkak dan dapat menonjol keluar dari saluran pelepasan atau anus, biasanya juga disertai dengan keluarnya darah segar.

Penyakir wasir merupakan hasil peningkatan tekanan dalam pembuluh vena disekitar anus sehingga menghalangi aliran darah di anus. Kondisi tersebut terutama disebabkan karena seringnya sembelit ( susah buang air besar). Dengan adanya penekanan feses yang keras pada usus dan disertai dengan pemaksaan pada waktu mengejan akan mengakibatkan pembesaran pada waktu pembuluh darah vena yang berakibat wasir. Selain diakibatkan sembelit, wasir juga disebabkan karena pekerjaan yang nenuntut duduk atau berdiri terlalu lama dan tidak berpindah – pindah, sering mengangkat beban terlalu berat, sering mengejan, factor kegemukan, dan kurangnya makanan berserat dalam jumlah yang mengakibatkan sembelit.

Penyakit Deabetes mellitus.

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kelainan metabolism yang disebabkan kurangnya hormone insulin. Kadar glukosa darah yang tinggi dalam tubuh tidak bias diserap semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel. Akibatnya penderita akan kekurangan energy sehingga penderita mudah lelah dan berat badan terus menurun. Kadar glokosa yang berlebih tersebut dikeluarkan melalui ginjal dan selalu merasa kehausan.

Penyakit Luka bakar

Lidah buaya membantu untuk mengembalikan jaringan kulit yang luka, intuk kegunaan ini biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yairu bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan, yang juga untuk membantu mengatasi masalah eksternal seperti masalah pada kulit, mulai dari luka bakar, jerawat hingga masalah kulit akibat gigitan serangga.

Penyakit Sembelit.

Merupakan pergerakan usus yang tidak kerap atau tidak selesai. Pergerakan usus mungkin kecil, keras atau kering. Penyebab sembelit, biasanya sakit pada bagian dubur dan kekejangan dibagian abdomen. Seseorang dikatakan mengalami sembelit jika seseorang itu membuang air besar hanya 2 kali dalam seminggu atau kurang daripada itu dan dikaitkan dengan pengarahan ketika buang air besar.

Penyakit Batuk yang Membandel

Batuk biassanya dimulai dengan gejala ringan seperti batuk bersin dan cairan hidung keluar terus menerus, kemudian sesudah 1 minggu sampai 2 minggu dilanjutkan dengan batuk terus menerus, dimana ada jeda batuk. Batuk ini dapat dipicu oleh menguap, tertawa, atau berteriak dan akan berkurang sesudah 1 sampai 2 bulan.

Penyakit radang tenggorokan.

Penyebab radang tenggorokan biasanya karena infeksi, iritasi, dan alergi. Gejalanya dapat berupa rasa sakit dibagian radang tenggorokan, susah menelan, susah bernafas dan batuk.

Cara – cara mengolah Ramuan Obat dari tanaman Lidah Buaya.

Ramuan untuk Wasir

Cara meramu : Setengah ( ½ ) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat. Minum 3 kali sehari.

Ramuan Untuk Deabetes Mellitus.

Cara meramu : 2 batang daun lidah buaya, dicuci, di buang durinya, dipotong – potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring, dan minum 3 kali sehari sesudah makan.

Ramuan Untuk Luka Bakar.

Tempelkan daun lidah buaya yang masih segar, yang terkena luka.

Ramuan Untuk Sembelit.

Dipotong kecil – kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat – hangat di makan 2 kali sehari.

Ramuan untuk Batuk yang membandel.

Cara meramu : 20 gram daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong –potong. Beri 2 sendok makan madu murni dan minum 2 kali sehari

Ramuan untuk Radang Tenggorokan.

Cara meramu : 1 daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong – potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Dan minum 3 kali sehari.

Ramuan Untuk Mengurangi Bau Langu dan Rasa Pahit

Pilih lidah buaya berdaging tebal. Kupas kulit sedikit tebal sehingga tersisa daging buah yang berwarna putih transparan. Potong menjadi bentuk yang lebih kecil. Rendam didalam air matang yang telah ditambah dengan 0.025 % garam dan0.025% asam sitrat. Biarkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan.

Ramuan untuk Rambut Kering

Cara Meramu : Oleskan Lendir daun lidah buaya pada rambut yang masih lembap setelah bershampo, mulai dari bagian ujung rambut hingga ke akar. Pijat lembut lalu bungkuslah dengan handuk hangat atau shower cap selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, bilaslah hingga bersih.

Ramuan Untuk Kulit Kering

Cara Meramu : 3 sendok makan getah aloe vera (diambil dari daun yang dikupas, lalu dilumatkan) 1 – 2 tetes minyak esensial tea tree campurkan kedua bahan tersebut lalu oleskan pada bagian kulit yang terasa kering. Diamkan selama 10 -15 menit lalu bilas dengan air dingin.

Ramuan Untuk Penyubur Rambut.

Pilihlah daun lidah buaya yang segar secukupnya lalu bilas. Ambil daun yang masih seperti agar – agar lalu gosokan ke kulit kepala. Bungkus rdengan kain, lalu biarkan beberapa saat agar rambut meresap ke kulit kepala agar meresap sebelum dicuci bersih.

Leave a comment »

Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah istilah untuk sebutan penyakit yang di Indonesia dikenal dengan nama penyakit gula atau kencing manis, istilah ini berasal dari bahasa Yunani. Diabetes artinya mengalir terus, mellitus artinya madu atau manis. Jadi istilah ini menunjukan tentang keadaan tubuh penderita, yaitu adanya cairan manis yang mengalir terus. Penyakit Diabetes mellitus ini biasa timbul secara mendadak pada anak-anak dan orang dewasa muda. Pada orang yang telah berumur, penyakit ini sering muncul tanpa gejala dan kerap baru diketahui bila yang bersangkutan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Apabila penyakit ini dibiarkan tidak terkendali atau penderita tidak menyadari penyakitnya bertahun tahun kemudian akan timbul berbagai komplikasi kronis yang berkaitan patal, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan amputasi, atau timbulnya impotensi yang sangat merisaukan. Saat ini. Diabetes mellitus tidak hanya dianggap sebagai gangguan metabolisme karbohidrat, tetapi juga mencakup metabolism protein dan lemak yang diikuti dengan komplikasi yang bersifat kronis terutama terjadi pada struktur dan fungsi pembuluh darah. Oleh karena itu, setiap orang sangat dianjurkan sedini mungkin mewaspadainya dan segera memulai usaha pencegahan. Untuk itu penyusun akan membahas tiga jenis tanaman obat untuk diabetes mellitus. ( Dalimartha, 2005 : 14 ) Jenis – jenis Tanaman Obat yang dapat Mengobati Diabetes Mellitus Tanaman obat yang digunakan dalam terapi Diabetes Mellitus jumlahnya cukup banyak. Tanaman – tanaman tersebut diantaranya : a. Lidah buaya ( Aloe vera ) Tunbuhan liar di tempat yang banyak terkena sinar matahari. Lidah buaya ditanam di pot dan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, tepinya berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15 – 36 cm, lebar 2-6 cm, bunga berwarna kuning kemerahan, bijinya kecil, warnanya hitam dan banyak tumbuh di afrika bagian utara, Hindia barat. Lidah Buaya tahan terhadap kekeringan, karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, bunga, dan akar. Tanaman ini digunakan dalam bentuk segar. Kandungan kimia : Lidah buaya mengandung aloin, barbaloin, isobarbaloin, aleonin, dan aleosin. Efek Farmakologis: Tanaman ini Memiliki rasa pahit dan bersipat dingin. Berkhasiat sebagai antiradang, pencahar, parasiteside, dan untuk memperbaiki pancreas. b. Kumis Kucing ( Orthosiphon Aristatus ) Tumbuhan tegak, bagian bawah berakar dan tinggi bagian buku – bukunya mencapai 12 cm. batang segi empat agak teratur dan berbulu pendek. Daun tunggal, bentuknya bundar, berbulu halus, pinggir bergerigi, dan kedua permukaan berbintik. Bunga berupa tandan, warna ungu pucat, biru, atau putih. Tumbuh di daratan rendah dan ketinggian sedang. Seluruh bagian tanaman kumis kucing dapat dimanfaatkan untuk ramuan obat terutama daunnya. Kandungan Kimia : Tanaman ini mengandung orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, garam kalium dan miyoinositol. Herba ini memiliki rasa asin agak pahit dan sepet. Efek Farmakologis : Tamanan ini bersifat antiradang, peluruh air seni, dan penghancur batu saluran kencing. Kumis kucing rasanya pahit dan bersifat sejuk. Rebusan kumis kucing dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus ditambah keluhan ginjal dan infeksi saluran kencing. c. Mengkudu ( Morinda Citrifoli ) Mengkudu tumbuh didataran rendah pada ketinggian tanah 1.500 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini mempunyai barang tidak terlalu besar dan tinggi pohon 3-8 m. daunnya bersusun berhadap-hadapan, panjang daun 20-40 cm, dan lebar 7-15 cm. bunganya berwarna putih, berwarna hijau dan berbentuk lonjong, bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat didalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu dapat tumbuh secara liar di hutan –hutan atau dipelihara orang dipekarangan rumah. Bagian yang digunakan untuk membuat ramuan obat adalah akar, daun, buah, kulit batang dan bunga. Daun mengkudu termasuk makanan berserat yang dapat mengurangi kenaikan glukosa darah sesudah makan di samping menurunkan kadar lemak darah. Kandungan Kimia : kulit akar mengkudu mengandung morindin, morindon, dan soranjidiol. Buahnya mengandung alkaloid triterpenoid. Daunnya mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten dan askorbin. Bunganya mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten dan askorbin. Bunganya mengandung glikosida antrakinon. Selain itu mengkudu juga mengandung minyak menguap asam capron dan asam caprylat. Efek farmakologis : Mengkudu berfungsi sebagai penghilang hawa lembap pada tubuh, penambah kekuatan tulang, dan pembersih darah. Perasan air mengkudu dapat digunakan untuk mengobati diabetes mellitus. d. Sembung ( Blumea balsamifera ) Tumbuh di tempat terbuka dan pada tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 2.200 m di atas permukaan laut. Tumbuh tegak, tinggi sampai 4 m berambut halus, bentuk daun bundar, bagian pangkal dan ujung daun lancip, pinggir bergerigi, panjang 8 – 40 cm, lebar 2 – 20 cm, dan terdapat 2 – 3 daun tambahan pada tangkai daunnya. Permukaan daun bagian atas berambut kasar, bagian bawah berambut hseperti beludru. Bunga keluar dari ujung cabang dan warnanya kuning. Buah longkah sedikit melengkung dan panjangnya 1 mm. Kandungan kimia : Daun sembung mengandung minyak atsiri seperti sineol, borneol, kamper, tannin dan flavonoid. Efek farmakologis : Tanaman ini bermanfaat untuk mengobati penyakit reumatik, masuk angin, antidiare, dan antipiretik. Selain penyakit diatas tanaman ini bermanfaat sebagai ekspektoran ( Peluruh Dahak ). Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Gejala Umum penyakit Deabetes Mellitus. Gejala awal yang timbul pada penderita dewassa yang lebih tua biasanya ringan sehingga mereka tidak merasa perlu untuk berkonsultasi kepada dokter. Akibatnya, sering mereka baru mengetahui menderita diabetes mellitus setelah timbul komplikasi, seperti penglihatan jadi kabur atau bahkan mendadak buta, timbulnya penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit kulit dan saraf bahkan terjadi pembusukan pada kaki ( gangrene ). Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan pasien antara lain rasa haus, banyak kencing, rasa lapar, badan terasa lemas, berat badan turun, rasa gatal, kesemutan, mata kabur, dan kulit kering. Berat badan penderita penyakit diabetes mellitus dapat menurun drastis. Hal ini disebabkan glukosa di dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel jaringan. Keluhan lain penderita adalah sering kencing dan setiap kali air kencing yang dikeluarkan cukup banyak. Keadaan ini terjadi karena kadar glukosa darah yang tinggi. Adanya glukosa dalam air kencing tersebut glukosuria. Untuk mengeluarkan glukosa melalui ginjal dibutuhkan banyak air. Hal inilah yang menyebabkan penderita sering kencing (poliuria ) yang rasanya manis. Terkadang kencing dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi ) juga mengakibatkan kulit menjadi kering. Rasa haus yang kekurangan air. Akibatnya timbul rangsangan ke susunan saraf pusat sehingga penderita merasa haus dan ingin minum terus (polidipsi) Banyak makan (poliphagia) terjadi karena adanya rangsangan ke susunan saraf pusat karena kadar glukosa di dalam sel ( intraselluler ) berkurang. Akibat kekurangan glukosa intraseluler maka timbullah rangsangan sehingga penderita merasa lapar dan ingin makam. Untuk mengatasi kekurangan energy maka tubuh menggunakan cadangan lemak. Cadangan lemak dirombak (lipolisis) dan mengakibatkan kadar lemak di dalam darah meningkat (hiperlipidemia). Lipolisis yang berlebihan mengakibatkan ketoasidosis ( metabolic asidosis ) dan menyebabkan pernafasan menjadi cepat dan dalam ( pernapasan kushmaul ) Badan penderita penyakit diabetes mellitus sering terasa lemah dan berat. Hal ini terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit karena ikut terbuang melalui kencing yang berlebihan. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan penderita diabetes mellitus antara lain kejang pada kaki atau betis akibat kekurangan cairan dan elektrolit, rasa gatal, pada wanita dapat terjadi rasa gatal pada lubang dubur, kemaluan, bisul – bisul, dan mata menjadi kabur. Komplikasi yang mungkin timbul karena pengaruh diabetes mellitus diantaranya adalah gangguan pembuluh darah besar ( makroangiopati ) dan gangguan pembuluh darah kecil (mikroangiopati ). Mikroangiopati menyebabkan kerusakan pada ginjal, mata dan saraf. Adapun makroangiopati mengakibatkan kerusakan pada jantung, otak, dan kaki. Penyebab Penyakit Deabetes mellitus Penyebab penyakit Diabetes mellitus adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadinya gangguan fungsi insulin, yang sebenarnyajumlahnya cukup. Jika dilihat lebih mendalam, adabeberapa Faktor yang menyebabkan penyakit diabetes Mellitus, yaitu sebagai berikut. Genetik atau Faktor Keturunan. Dapat dikatakan bahwa diabetes mellitus cenderung diturunkan, bukan ditularkan. Sesuai dengan ilmu genetika, bibit diabetes mellitus menggunakan symbol D untuk yang normal dan symbol d untuk resesif. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang terpaut. Kromosom seks. Virus dan bakteri Virus yang diduga menyebabkan diabetes mellitus adalah rubella dan mumps. Hasil penelitian menyebutkan bahwa virus dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus melalui mekanisme infeksi sitolitik pada sel betaotomunitas yang menyebabkan hilangnya otomun pada sel beta. Nutrisi Diabetes mellitus dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan nutrisi. Nutrisi yang berlebihan merupakan factor resiko pertama yag diketahui menyebabkan diabetes mellitus. Semakin lama dan berat obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan terjangkitnya diabetes mellitus. Hormon Insulin. Insulin merupakan salah satu hormone di dalam tubuh manusia yang dihasilkan oleh sel beta palau langerhans yang berada di dalam kelenjar pancreas. Kelenjar pancreas ini terletak di dalam rongga perut bagian atas, tepatnya dibelakang lambung. Insulin merupakan suatu polipeptida, sehingga dapat juga disebut protein. Dalam keadaan normal bila kadar glukosa darah naik maka insulin akan menuju ke tempat kerjanya ( reseptor ) yaitu 50 % ke hati, 10-20 % ke ginjal, dan 30-40% bekerja pada sel darah, otot, dan jaringan lemak. Adanya insulinlah yang memungkinkan kadar glukosa darah akan kembali normal. Tiga jenis Tanaman Obat untuk Deabetes Mellitus. Selain jenis medis, diabetes juga dapat diobati dengan ramuan tanaman obat. Tanaman obat tersebut di antaranya. : Brotowali (Tinospora crispa ) Dalam klasifikasi tumbuhan, brotowalitermasuk dalam family Menispermaceae. Brotowli memiliki nama local dari Jawa yaitu Bratawali, dari Sunda Andawali, dan dari wali Antawali. Brotowali tumbuh di hutan dan di lading. Tanaman ini menyukai tempat yang bayak terkena cahaya matahari. Brotowali mampu hidup di tempat yang ketinggiannya mecapai 1.000 m di atas permukaan tanah. Tanaman ini memiliki ciri sebagai tumbuhan yang merambat. Biasanya di tanam sebagai tumbuhan obat, dan tingi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berpintil-pintil rapat, dan rasanya pahit. Daun tunggang, bertangkai, panjang 7-12 cm, dan lebar 5-10 cm. Helaian daun bentunya seperti jantung, ujung meruncing, pangkal melengkuk, dan tepi rata. Buahnya kecil dan berwarna hijau, Bunganya kecil, warna hijau muda, dan tanaman ini dapat dikebangbiakandengan stek. Bagian Tanaman yang Digunakan Bagian tanaman yang gunakan adalah bagian batang terutama kulitnya. Brotowali diperbanyak dengan cara stek, cukup memotong batanya dan menanamnya di tanahyang gembur dan cukup air. Penyiraman untuk menjaga kelembahan tnah dan pemupukan yang baik akan merangsang pertumbuhan brotowali. Komposisi Kandungan kimia :alkaloid, dammar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotosin), dan tinokrisposid. Sifat kimiawi dan efek farmakologis : pahit dan sejuk. Menghilangkan sara sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik), melancirkan cairan limpa, meningkatkan sekresi salifa, dan efek sedative. Rebusan brotowali dapat diunkan untuk mengobti diabetes mellitus. Sambiloto ( Andrographis Paniculata ) Dalam system klasifikasi, sambiloto dikelompokan dalam family Acanthaceae dan bermarga andrographis. Sambiloto memiliki daun dan batang yang rasanya pahit. Sambiloto mempunyai nama local dari sunda yaitu ki oray, dari jawa sambilata, dan dari sumatera pepaitan. Sambiloto tumbuh liar ditempat terbuka dan ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Tumbuh didaratan rendah sampai ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Batang disertai banyak cabang, daun tunggal, bertangkai pendek,pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2-8 cm, dan lebar 1-3 cm.Bunga berbentuk tabung kecil , dan warnanya putih bernoda ungu.perkembangbiakannya dengan biji atau stek batang. Buah bentuknya memanjang sampai jorong dengan panjang sekitar 1,5cm, lebar 0,5cm, pangkal dan ujungnya runcing . Bila masak warnanya hitam dan akan pecah membujur menjadi empat keping . Bijinya gepeng kecil, warnanya coklat muda. Perbanyakan dengan biji. Bagian Tanaman yang digunakan Seluruh bagian tanaman sambiloto dapat digunakan sebagai bahan ramuan untuk mengatasi diabetes mellitus , kecuali akar. Di panen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga . Setelah dicuci, dipotong – potong seperlunya lalu dikeringkan. Komposisi Kandungan kimia; daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid, neoandrografolid, flavonoid, alkane, keton, aldehin, mineral ( kalium, kalsium, natrium ), asam kresik, dan dammar. Flavotioid disolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografit, da fan ikulin. Sifat kimiawi dan efek fermakologis : rasa pahit, dingin , masuk meridian paru, lambung , usus besar, dan usus kecil . Antipiretik , analgetik , detoksikan, anti radang , dan detumescent. Sambiloto juga mampu meningkatkan system kekebalan seluler dan meningkatkan aktivitas kelenjar-kelenjar tubuh. Sambiloto kering dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus. Tapak Dara ( Catharantus roseus ) Tapak dara termasuk famili apocynaceae . tapak dara memiliki nama local dari sunda yaitu kembang tembaga beureum dan dari jawa kembang sari cina. Tapak dara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm dan tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis. Daun berwarna hijau, dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Penyebarannya melalui biji. Memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapak dara memiliki rumahbiji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran melalui biji. Bagian tanaman yang digunakan Bagian yang digunakan untuk terapi penyakit diabetes adalah bunganya. Biasanya diolah dengan cara direbus dan airnya diminum. Komposisi Kandungan kimia ; tapak dara mengandung alkaloid. Sekitar 7 jenis alkaloid yang berefek menurunkan kadar glukosa darah. Mengandung vinkristin, vinrosidin, vinblastin, dan vinleurosin. Sifat kimiawi dan efek farmakologis : bersifat hipotensif, pahit, sejuk dan toksik. Cara Pengolahan Tanaman Obat untuk Diabetes Mellitus Adapun cara yang digunakan untuk mengolah tanaman obat secara tradisional adalah sebagai berikut. : Brotowali Bahan : 1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, ¾ jari batang brotowali Cara pembuatan : Semua dicuci dan batang brotowali dipotong – potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Cara pemakaian : Minum setelah makan, 2X1 gelas sehari, pagi dan sore hari. Sambiloto Bahan :1/2 genggam daun sambiloto segar Cara pembuatan : rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring. Cara pemakaian : Minum setelah makan, 3 kali sehari ¾ gelas. Tapak Dara Pengolahan tapak dara meliputi 3 cara yaitu : Cara 1 Bahan : 3 lembar daun tapak dara dan 15 kuntum bunga tapak dara. Cara pembuatan : Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal tersisa 2 gelas. Cara pemakaian : Air rebusan diminum pagi dan sore setelah makan Cara II Bahan : 10 – 16 Lembar daun tapak dara. Cara pembuatan : Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1 gelas. Cara pemakaian : setelah dingin diminum. Cara III Bahan : 35-45 gram daun tapak dara kering dan adas pulawaras. Cara pembuatan : Bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara pemakaian : setelah dingin diminum

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.