mau pinter ya datang ke edanelink

Sejarah Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dari ringan sampai berat. Tanaman lidah buaya sudah digunakan oleh bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Lidah buaya yang dijuluki sebagai tongkat Sakti Surga oleh asli Amerika. Oleh penjelajah Agung Cristopher Columbus.

Menurut beberapa sumber lidah buaya pertama kali ditemukan pada tahun 1500 SM. Lebih dari 200 spesies tersebar diseluruh belahan bumi, mulai dari benua afrika yang kering dan tandus hingga daratan asia yang beriklim tropis. Tanaman lidah buaya memang gampaang tumbuh, dengan media tanah berhumbus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, lidah buaya dapat subur.

Tanaman dari suku Liliaceae ini memang sudah dimanfaatkan manusia sejak dulu. Beberapa buktisejarah menyebutkan, bangsa mesir, Yunani, Romawi, Cina, Arab, Afrika Utara dan India Barat telah menggunakan sebagai bahan baku obat aneka penyakit.

Beberapa jenis Tanaman Obat yang Mempunyai Kesamaan Manfaat

dengan lidah Buaya

Tanaman salam ( Eugenia polyanta )

1. Deskripsi

Tanaman salam mempunyai ketinggian mencapai 25 m. batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur, ujung meruncing, tepi rata, panjang 5 – 15 cm, lebar 3 – 8 cm, pertungan menyirip, permukaan atas licin, warna hijau tua, dan permukaan bawah warnanya lebih muda. Daun bila diremas berbau harum. Bunga salam majemuk warnanya putih berbau harum, buahnya bulat berdiameter 8 – 9 mm, dan warnanya hijau.

2. Kandungan Senyawa

Minyak atsiri ( 0,05%) mengandung sitrat dan eugenol, tannin, dan flavonoid.

3. Manfaat

Daun salam dapat digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus, sakit maag, diare, dan gatal – gatal pada kulit.

Tanaman Paria atau Pare ( momordica charantia L )

1. Deskripsi

Tanaman pare berbentuk spiral, banyak bercabang, baunya tidak enak dan rasanya pahit. Batang tanaman pare berusuk lima, panjang 2 – 5 m, yang muda berambut rapat. Daun pare bertangkai panjang, letak berseling, berbentuk bulat panjang, pangkal berbentuk jagung, dan warnanya hijau tua.

2. Kandungan Senyawa

Pare mengandung karantin, hydroxyl tryptamine, momordisin, vitamin A B, dan C

3. Manfaat

Manfaat pare dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti membersihkan darah darah, menambah nafsu makan, penurun panas, batuk, radang tenggorokan, rematik, demam, malaria, dan diabetes mellitus.

Tanaman Sambiloto ( Andrographis )

1. Deskripsi

Sambiloto berbatang tegak tingginya 40 – 90 cm, batang berkayu, pangkal bulat, batang muda bersegi empat dengan modus yang membesar serta banyak bercabang, daun tunggal, letak berhadapan, panjang 2-8 cm, lebar 1 – 3 cm, helaian daun bentuknya langset, tangkai daun sangat pendek, tepi rata, pangkal runcing, dan ujung meruncing. Permukaan atas daun berwarna hijau tua bagian bawah lebih muda. Bunga sambiloto warnanya putih keunguan, berkumpul dalam tandan yang keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Dan buah sambiloto bentuknya memanjang sampai jorong dengan panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal, dan ujungnya runcing.

2. Kandungan Senyawa

Sambiloto mengandung senyawa seperti Andrografolid lactones ( zat pahit ), diterpene, glucosides, dan flavonoid yang dapat menurunkan panas, mineral ( K, Ca, dan Na )

3. Manfaat

Mengatasi diabetes mellitus, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radangamandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hipertensi, kusta keracunan dan kencing nanah.

Tanaman Tapak Dara ( Catharantaus roseus )

1. Deskripsi

Biasanya tanaman tapak dara sering tumbuh liar dan dipelihara sebagai tanaman hias, tanaman tapak dara tingginya sekitar 100 cm. batang tapak dara berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, bercabang dan berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunga tapak dara miripterompet dengan permukaan berbulu halus, ada yang tajuknya berwarna putih dan ada yang berwarna merah keunguan. Biasanya dikenal dengan nama kembang sari cina. Bunganya berbentuk terompet, dan berwarna merah serta putih.

2. Kandungan Senyawa

Pada akar, batang, daun hingga bunga tapak dara mengandung unsure – unsure zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan yaitu zat alkaloida (vinkristin, vinblastin, vinleurosin dan vinrosidin).

3. Manfaat

Manfaat tapak dara untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, radang tenggorokan, kanker, mual, nyeri tulang, dan gangguan pencernaan.

Tanaman Daun dewa ( Gynura Procumbens merr )

1. Deskripsi

Tanaman ini merupakan tumbuhan tegak dengan tinggi mencapai 2 m, batang bersegi, berwarna hijau dengan garis alur memanjang dan tidak bercabang kecuali tanaman yang sudah tua dan tunggal untuk bulat memanjang dengan pangkal runcing, pada waktu mekar berbentuk tabung silinder, mahkota bunga berwarna kuning, buah berwarna coklat, dan bentuk lonjong.

2. Kandungan Senyawa

Tanaman ini mengandung saponin, minyak atsiri, asam kafeat, asam vanilat, asam fanelat, flovonoid dan tannin.

3. Manfaat

Daun dewa dapat menurunkan kadar gula darah, menurunkan panas, menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan bengkak – bengkak, diabetes mellitus, kutil dan digigit ular.

Deskripsi Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera )

Batang

Lidah buaya berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun – daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas – tunas yang selanjutnya menjadi anakan. Lidah buaya yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah – celah atau ketiak daun. Batang lidah buaya juga dapat di stek untuk memperbanyak tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini muncul tunas – tunas baru atau anakan.

Daun

Daun lidah buaya berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau ke abu –abuan, bersifat sukulen ( banyak mengandung air ) dan banyak mengandung getah atau lender (gel ) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena didalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing berbentuk taji, tebal, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas atau berduri kecil dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, lebarnya 2 – 6 cm, dengan berat 0,5 kg dan daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf saf.

Bunga

Bunga lidah buaya berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bias mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam dipegunungan.

Akar

Akar – akar tanaman lidah buaya berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 -200 cm. untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Kandungan Lidah Buaya ( Aloe vera )

Lidah buaya banyak mengandung senyawa kimia diantaranya adalah aloin, barbaloin, aloeemolin, aleonin, aloesin arginin, asasparigi, asam amino, asam aspartiat, glutamine, freonin, lisin, urosin, isoleusin, lignin, coline, inositol, falicaad, lignin barbaloain, saponin antra kuinon, senyawa kuinon, senyawa gula, senyawa mineral, vitamin, enzim, zinc dan hormon

Budi Daya Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera )

Tanaman lidah buaya tumbuh subur di lahan gambut yang mendapat banyak penyinaran matahari. Budi daya tanaman lidah buaya mulai dilakukan secara besar – besaran ketika pengusaha mulai melirik potensi agribisnis. Tanaman lidah buaya pada tahun 2002 mendapat dukungan pemerintah daerah.

Pembiakan lidak buaya dapat dilakukan melalui anakan ( umum dilakukan ), benih maupun stek batang. Sekarang telah tersedia bibit hasil kultur jaringan. Tanah berdrainase baik, subur dengan bahan organic tinggi dan pengairan cukup.

Pada tahun 1997, Johnson meninggalkan Indonesia dan memberikan resep pengolahannya kepada Bambang untuk mengolah minuman segar dari pelepah.

Tanaman lidah buaya mulai berproduksi pada usia 12 bulan, menghasilkan 1 – 2 pelepah perbulan dengan setiap pelepah 0,8 – 1,2 Kg

Manfaat Lidah Buaya ( Aloe vera )

Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang. Mula – mula lidah buaya hanya dikenal sebagai obat luar, dengan berbagai kegunaan. Lidah buaya berkhasiat untuk menyuburkan rambut, pelembab kulit, pencuci rambut, krim cukur, pembersih muka, perawatan kulit, rambut rintok, bahan makanan dan minuman kesehatan.

Beberapa Penyakit yang dapat Diobati dengan Menggunakan.

Lidah Buaya ( Aloe vera )

Penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan lidah buaya diantaranya adalah penyakit wasir, penyakit diabetes mellitus, penyakit luka bakar, penyakit sembelit, penyakit batuk yang membandel, penyakit radang tenggorokan.

Penyakit Wasir.

Wasir merupakan penyakit yang ditandai dengan pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah vena di daerah anus. Bila ada tekanan seperti mengejan ketika sembelit dan wasir menjadi membengkak dan dapat menonjol keluar dari saluran pelepasan atau anus, biasanya juga disertai dengan keluarnya darah segar.

Penyakir wasir merupakan hasil peningkatan tekanan dalam pembuluh vena disekitar anus sehingga menghalangi aliran darah di anus. Kondisi tersebut terutama disebabkan karena seringnya sembelit ( susah buang air besar). Dengan adanya penekanan feses yang keras pada usus dan disertai dengan pemaksaan pada waktu mengejan akan mengakibatkan pembesaran pada waktu pembuluh darah vena yang berakibat wasir. Selain diakibatkan sembelit, wasir juga disebabkan karena pekerjaan yang nenuntut duduk atau berdiri terlalu lama dan tidak berpindah – pindah, sering mengangkat beban terlalu berat, sering mengejan, factor kegemukan, dan kurangnya makanan berserat dalam jumlah yang mengakibatkan sembelit.

Penyakit Deabetes mellitus.

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kelainan metabolism yang disebabkan kurangnya hormone insulin. Kadar glukosa darah yang tinggi dalam tubuh tidak bias diserap semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel. Akibatnya penderita akan kekurangan energy sehingga penderita mudah lelah dan berat badan terus menurun. Kadar glokosa yang berlebih tersebut dikeluarkan melalui ginjal dan selalu merasa kehausan.

Penyakit Luka bakar

Lidah buaya membantu untuk mengembalikan jaringan kulit yang luka, intuk kegunaan ini biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yairu bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan, yang juga untuk membantu mengatasi masalah eksternal seperti masalah pada kulit, mulai dari luka bakar, jerawat hingga masalah kulit akibat gigitan serangga.

Penyakit Sembelit.

Merupakan pergerakan usus yang tidak kerap atau tidak selesai. Pergerakan usus mungkin kecil, keras atau kering. Penyebab sembelit, biasanya sakit pada bagian dubur dan kekejangan dibagian abdomen. Seseorang dikatakan mengalami sembelit jika seseorang itu membuang air besar hanya 2 kali dalam seminggu atau kurang daripada itu dan dikaitkan dengan pengarahan ketika buang air besar.

Penyakit Batuk yang Membandel

Batuk biassanya dimulai dengan gejala ringan seperti batuk bersin dan cairan hidung keluar terus menerus, kemudian sesudah 1 minggu sampai 2 minggu dilanjutkan dengan batuk terus menerus, dimana ada jeda batuk. Batuk ini dapat dipicu oleh menguap, tertawa, atau berteriak dan akan berkurang sesudah 1 sampai 2 bulan.

Penyakit radang tenggorokan.

Penyebab radang tenggorokan biasanya karena infeksi, iritasi, dan alergi. Gejalanya dapat berupa rasa sakit dibagian radang tenggorokan, susah menelan, susah bernafas dan batuk.

Cara – cara mengolah Ramuan Obat dari tanaman Lidah Buaya.

Ramuan untuk Wasir

Cara meramu : Setengah ( ½ ) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat. Minum 3 kali sehari.

Ramuan Untuk Deabetes Mellitus.

Cara meramu : 2 batang daun lidah buaya, dicuci, di buang durinya, dipotong – potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring, dan minum 3 kali sehari sesudah makan.

Ramuan Untuk Luka Bakar.

Tempelkan daun lidah buaya yang masih segar, yang terkena luka.

Ramuan Untuk Sembelit.

Dipotong kecil – kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat – hangat di makan 2 kali sehari.

Ramuan untuk Batuk yang membandel.

Cara meramu : 20 gram daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong –potong. Beri 2 sendok makan madu murni dan minum 2 kali sehari

Ramuan untuk Radang Tenggorokan.

Cara meramu : 1 daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong – potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Dan minum 3 kali sehari.

Ramuan Untuk Mengurangi Bau Langu dan Rasa Pahit

Pilih lidah buaya berdaging tebal. Kupas kulit sedikit tebal sehingga tersisa daging buah yang berwarna putih transparan. Potong menjadi bentuk yang lebih kecil. Rendam didalam air matang yang telah ditambah dengan 0.025 % garam dan0.025% asam sitrat. Biarkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan.

Ramuan untuk Rambut Kering

Cara Meramu : Oleskan Lendir daun lidah buaya pada rambut yang masih lembap setelah bershampo, mulai dari bagian ujung rambut hingga ke akar. Pijat lembut lalu bungkuslah dengan handuk hangat atau shower cap selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, bilaslah hingga bersih.

Ramuan Untuk Kulit Kering

Cara Meramu : 3 sendok makan getah aloe vera (diambil dari daun yang dikupas, lalu dilumatkan) 1 – 2 tetes minyak esensial tea tree campurkan kedua bahan tersebut lalu oleskan pada bagian kulit yang terasa kering. Diamkan selama 10 -15 menit lalu bilas dengan air dingin.

Ramuan Untuk Penyubur Rambut.

Pilihlah daun lidah buaya yang segar secukupnya lalu bilas. Ambil daun yang masih seperti agar – agar lalu gosokan ke kulit kepala. Bungkus rdengan kain, lalu biarkan beberapa saat agar rambut meresap ke kulit kepala agar meresap sebelum dicuci bersih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: